Pelepasan 4 blok Inco untuk beri kesempatan daerah

Oleh: Yuda Prihantoro
JAKARTA: PT International Nickel Indonesia Tbk (Inco) mengklaim pelepasan empat blok di wilayah kontrak karya perseroan di Sulawesi Tenggara dilakukan secara suka rela untuk memberi kesempatan pengelolaan kepada daerah.

Presiden Direktur Inco Tony Wenas mengungkapkan pelepasan empat blok yakni Maluputu, Torobulu, Lasolo, dan Paopao di wilayah kontrak karya di Sulawesi Tenggara dilakukan atas dasar kepedulian perseroan terhadap daerah.

"Ada suara-suara yang muncul kalau daerah interest. Kami sensitif terhadap hal itu. Jadi kami memutuskan untuk secara suka rela melepas empat blok di Sulawesi Tenggara," ungkap Tony kepada Bisnis, hari ini.

Adapun total luas empat blok tersebut sekitar 28.000 hektare atau 12,8% dari total luas wilayah Kontrak Karya saat ini. Tony menegaskan pelepasan empat blok tersebut tidak akan terlalu memengaruhi volume produksi perseroan maupun rencana pertambangan perseroan.

"Saya tidak hafal berapa cadangan yang dimiliki empat blok itu. Yang pasti, empat blok tersebut belum produksi. Saya juga tidak hafal berapa total cadangan yang kami miliki," katanya.

Terkait dengan pelepasan ini Inco menyampaikan bahwa Menteri ESDM telah menerbitkan Keputusan No.483.K/30/DJB/2010 tertanggal 25 Oktober 2010 yang memberikan konfirmasi atas pelepasan beberapa blok tersebut.

Sumber Bisnis mengungkapkan pelepasan tersebut didasarkan karena permintaan dari Pemerintah Daerah Sulawesi Tenggara. Permintaan tersebut sudah dilayangkan dari sekitar 1 atau 2 tahun lalu. "Pelepasan empat blok itu, karena permintaan Pemda. Kami tidak mendapatkan kompensasi apa-apa dari pelepasan ini," ujarnya.

Indonesia masih sebatas konsumen TI

Oleh: Sepudin Zuhri

Indonesia dinilai masih hanya menjadi konsumen teknologi informasi dengan mengimpor seluruh perangkat teknologi baik perangkat keras (hardware) maupun perangkat lunak (software) dari negara lain.

Sekjen Kominfo Basuki Yusuf Iskandar mengatakan China, India dan Amerika Serikat sebagai negara dengan penduduk terbesar di dunia sudah mampu menghasilkan teknologi sendiri, bahkan sampai masuk ke dalam industri politik.

Indonesia, sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia, kata dia, masih hanya menjadi konsumen produk elektronik. "[Indonesia] masih sekadar konsumtif untuk TI, belum sebagai produsen."

Dia menjelaskan Indonesia memiliki pasar teknologi informasi yang sangat besar, sehingga memiliki peluang jika mampu menghasilkan teknologi sendiri.

Ketidakmampuan Indonesia dalam menghasilkan produk TI, katanya, membuat pasar yang besar tidak dapat dimanfaatkan, sehingga kehilangan peluang (loss oppurtunity) yang sangat besar.

Sekjen menambahkan permintaan produk TI di pasar domestik sangat besar, tetapi tidak dapat dipenuhi dari produk lokal.

Basuki mencontohkan kebutuhan komputer setiap tahun mencapai sekitar 4 juta unit dengan nilai sekitar Rp22 triliun-Rp25 triliun, tetapi seluruhnya masih diimpor.

Kondisi itu, lanjutnya, tidak perlu untuk disesali, justru harus dijadikan sebagai tantangan ke depan agar dapat memproduksi teknologi informasi di dalam negeri.

Dia mencontohkan Korea Selatan dalam membangun industri melalui peta jalan (roadmap) tertentu yang dilakukan negara itu. Kebijakan dan kesepakatan untuk membangun industri teknologi sehingga tidak lagi diimpor dengan menerapkan teknologi imitasi.

Teknologi imitasi, katanya, diterapkan di Korsel pada tahap awal merancang roadmap TI di negara itu. Teknologi imitasi, katanya, berbeda dengan pemalsuan merek, karena imitasi sudah menggunakan lisensi yang legal. "Itu dilakukan Korea Selatan pada 1972."

Langkah berikutnya yang ditempuh Korsel, menurut Basuki, bergerak melalui teknologi adaptasi, yaitu dengan terus mengembangkan tekniologi dari luar negeri melalui riset dan pengembangan.

Akhirnya, sampai pada tahap proses produksi sendiri, sehingga Korsel terlepas dari ketergntungan industri pada Jepang dan menjadi independen dalam teknologi.

Menurut Sekjen, langkah tersebut dapat diterapkan di Indonesia dengan memberikan stimulus dan insentif fiskal serta pajak, perlindungan pasar (market protection).

Perlindungan pasar domestik, kata dia, bukan berarti melarang produk asing masuk ke pasar lokal, tetapi produk luar boleh masuk untuk kemudian direekspor.

Langkah lainnya, kata dia, harus fokus pada pengembangan produk tertentu, karena jika semua produk diambil, tidak akan fokus dan hanya berjalan di tempat.

"Sudah terlanjur kayak gini [ketergantungan Indonesia pada impor produk teknologi], sudah susah, tapi bukan berarti mengeluh, tetapi anggap saja peluang besar untk berkontribusi.

Alasan Penggunaan Zat Aditif dan Pengawet Pada Makanan Termasuk Mie Instan.

Artikel ini terkait dengan kasus Indomie Mie Instan Produk Indonesia Yang Dilarang di Taiwan dan Singapura Akan Menyusul. Hampir semua produk industri masa kini tidak ada yang bebas dari zat aditif (tambahan) dan zat pengawet. Keduanya telah digunakan dalam industri makanan, obat dan kosmetik selama ratusan tahun. Kenapa zat-zat ini harus dipakai?

Badan Kesehatan Dunia (WHO), Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), Badan Pengawas Makanan dan Obat AS atau Food and Drug Administration (FDA) dan Komisi Pangan Eropa atau European Commission's Scientific Committee on Food telah menjadi rujukan dunia bagaimana menggunakan zat aditif dan pengawet dalam industri.

Seperti dilansir dari FDA, Selasa (12/10/2010) zat aditif didefinisikan sebagai zat yang digunakan secara wajar untuk mempengaruhi karakteristik setiap makanan yang dilakukan baik langsung maupun tak langsung. Tujuannya kebanyakan untuk menambah rasa.

Zat aditif biasanya ditambahkan pada makanan. Bisa secara langsung pada makanannya atau tidak langsung seperti dalam proses pengolahan, pengemasan atau penyimpanan.

Sedangkan zat pengawet adalah salah satu zat aditif yang tentu saja dipakai untuk membuat suatu produk tidak cepat rusak karena gangguan jamur, bakteri atau mikroba lainnya.

Zat aditif dan pengawet saat ini awalnya bersumber dari alam. Garam misalnya telah digunakan sebagai pengawet selama berabad-abad. Garam menurunkan aktivitas air dalam daging dan makanan lain serta menghambat pertumbuhan bakteri.

Yang menjadi fokus dalam pengawetan adalah produk tetap kering dan tidak lembab karena kelebihan air dalam produk dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri, dan jamur.

Selain garam yang sering digunakan sebagai pengawet adalah asam seperti cuka yang bisa menurunkan pH makanan ke tingkat yang menghambat pertumbuhan bakteri. Beberapa tumbuhan dan rempah-rempah seperti kari, kayu manis dan cabai juga mengandung antioksidan dan dapat memberikan efek bakterisida.

Tapi karena kebutuhannya yang semakin massal zat-zat dari alam itu akhirnya disentesis melalui proses kimiawi.

Alasan kenapa zat aditif dan pengawet selalu digunakan dalam banyak produk adalah karena untuk menjaga konsistensi dan kualitas produk, meningkatkan atau mempertahankan nilai gizi, mempertahankan kegunaan, mengontrol pH, meningkatkan rasa atau memberikan warna.

Zat aditif dan pengawet makanan yang digunakan industri saat ini dikelompokkan ke dalam:

1. Kelompok Antimikroba (Antimicrobial agents)
Tujuannya mencegah pembusukan makanan oleh jamur atau mikroorganisme. Jangkauannya tidak hanya cuka dan garam, tetapi juga senyawa seperti asam kalsium propionat dan sorbat. Produk ini digunakan untuk makanan yang dipanggang, salad, keju, margarin, dan makanan acar.

2. Antioksidan (Antioxidants)
Tujuannya mencegah tengik pada makanan yang mengandung lemak dan mencegah kerusakan makanan yang disebabkan oleh oksigen. Contoh antioksidan adalah vitamin C, vitamin E, BHA, BHT (butil hydroxytolene) dan gallate propil.

3. Warna tiruan, yang dimaksudkan untuk membuat makanan lebih menarik dan menyediakan makanan tertentu dengan warna untuk rasa tertentu misalnya, merah untuk buah ceri, hijau untuk zat kapur.

4. Rasa buatan
Paling banyak digunakan untuk zat aditif karena fungsinya untuk membuat rasa makanan lebih baik dan enak serta memberikan rasa tertentu. Contohnya adalah garam, gula dan vanili, yang digunakan untuk melengkapi rasa makanan tertentu.

Sedangkan bahan sintetik untuk rasa seperti benzaldehida digunakan untuk ceri atau rasa almond, monosodium glutamat (MSG) untuk meningkatkan rasa dari senyawa lain dalam makanan.

5. Zat pemutih makanan
Contohnya adalah peroksida yang digunakan untuk memutihkan makanan seperti tepung terigu dan keju.

7. Kelompok Chelating
Digunakan untuk mencegah perubahan warna, perubahan rasa dan rasa tengik yang mungkin terjadi selama pengolahan makanan. Contohnya adalah asam sitrat, asam malat dan asam tartrat.

8. Gizi tambahan
Termasuk vitamin dan mineral yang ditambahkan pada makanan dalam proses fortifikasi. Sebagai contoh, susu diperkaya dengan vitamin D dan beras diperkaya dengan thiamin, riboflavin dan niacin.

9. Kelompok Thickening and stabilizing
Berfungsi untuk mengubah tekstur makanan. Contohnya lesitin emulsifier yang mencampur minyak dan cuka dalam salad, serta carrageen yang digunakan sebagai pengental dalam es krim dan jeli rendah kalori.

Sebaiknya Anda juga mengetahui beberapa bahan pengawet kimia yang sering digunakan untuk makanan adalah:

1. Sodium benzoat, pengawet ini berfungsi mencegah pertumbuhan jamur dan bakteri dalam makanan. Biasanya terdapat dalam buah atau bumbu di dalam makanan yang berbentuk bubuk putih seperti garam tapi tidak memiliki bau.
2. Sodium nitrit, pengawet ini berfungsi mencegah produksi bakteri dalam jenis daging tertentu sehingga daging terlihat lebih merah atau pink dan tidak cepat berubah warna menjadi coklat. Pengawet ini berbentuk serbuk berwarna kekuningan.
3. Kalium (pottasium) sorbate, pengawet ini berfungsi menahan produksi ragi dan jamur dalam makanan. Biasa digunakan dalam pembuatan roti, kue, pie, keju, mayonnaise atau bisa juga di dalam minuman.
4. Natrium sorbate, pengawet ini berfungsi menghentikan produksi bakteri, kapang dan jamur serta membantu menghilangkan rasa dan bau tidak enak dalam makanan. Biasa digunakan dalam minuman anggur, keju dan saus.
5. Sulfur (belerang) dioksida, pengawet ini berbentuk bubuk yang bila dilarutkan dalam air dapat menghentikan proses pemasakan buah, mengubah susunan kimiawi yang dapat mengubah rasa dari buah. Biasanya ditemukan dalam anggur, cuka dan beberapa jenis jus buah seperti jus jeruk atau jus apel.


Beberapa bahan pengawet lainnya juga ada yang ditambahkan di dalam makanan seperti asam benzoat, asam propionat, asam sorbat, etil p-hidroksi benzoat, kalium benzoat, kalium bisulfit, kalsium benzoit, kalsium sorbat, metil p-hidroksi benzoit, natrium bisulfit, natrium meta bisulfit, natrium nitrat, natrium nitrit, natrium propionat, natrium sulfit, propil p-hidroksi benzoit, kalium, nisin, kalium nitrat, kalium nitrit dan kalium propionat.

Bahan pengawet ini umumnya aman selama tidak dikonsumsi melebihi ambang batasnya. Jika penggunaannya melebihi ambang batas, maka bisa menimbulkan efek samping yang dapat merusak makanan tersebut atau berbahaya jika dikonsumsi oleh manusia.

Batas maksimum yang dapat ditolerir oleh tubuh disebut dengan ADI (Acceptable Daily Intake) yaitu jumlah bahan tambahan makanan yang dapat dikonsumsi setiap hari dan bisa dicerna sehingga tidak menimbulkan risiko kesehatan.

jepret-jepret di saat holiday........

"ombaknya keren juga.."hehehehee


"temple in balekambang beach"


"in bromo...." >>>>>>>> very cool......




"ngepoll abiz at pitstop tidar.."


"kumpul bareng teman2 YVC N (Yamaha Vixion Club Malang) di jalan ijen, malang"

Terkadang kita perlu bersikap EXTRIM, kenapa?

Karena tanpa kita ketahui. Bahkan tanpa kita sadari, “terkadang” dalam situasi tertentu, kita telah terkungkung oleh suatu kondisi, yang kita sendiri tidak bisa berbuat apa-apa. Bingung atau tidak tau, menyertai semua itu.

Dalam menyerap suatu persoalan. Apakah dalam bentuk curhat, atau memang realitas dari wacana public yang sempat tersambar oleh mata dan telinga. Kita bisa saja merasa gemes/geregetan dengan situasi dan kondisi yang seakan-akan terkunci.

Siapapun yang kebetulan terjebak dalam kondisi itu, bisa jadi mengalami suatu perasaan, seperti ada lem di kakinya. Ingin melangkah tapi kaki terpatri dalam pijakan. Sehingga yang terjadi adalah kehilangan keseimbangan. Terjatuh tanpa pernah melangkah.

Kondisi seperti itu, saya rasa cukup menyedihkan. Memilukan bahkan bisa mengiris-iris hati sampai berdarah-darah, tanpa kita tau siapa yang patut dipersalahkan, atau di jadikan sumber masalahnya.

Contoh paling umum nih yah…,

Jika anda pemerhati persoalan keluarga, anda pasti tidak asing dengan soal menantu dan mertua, tinggal serumah dengan orang tua, pergesekan antar keluarga. Yang sudah bukan rahasia lagi, konfliknya selalu disimpan dengan rapih. Alibinya apa? “malu sama orang lain”.

Anda bisa berimajinasi dengan bebas, tentang konflik apa yang terjadi didalamnya.

Yang ingin saya sentuh dalam contoh yang umum itu adalah. Adanya ketakutan mendalam, terutama bagi pengantin muda untuk mengambil sikap mandiri. Berpisah dari orang tua.

Ingin pindah rumah, ada rasa tidak enak sama ortu, bertahan didalam sama tidak enaknya. Padahal, ketika kita memutuskan untuk berdiam dimana, maka disitulah kebebasan bisa kita rasakan.

Ini bukan soal rumah tangga loh sebenarnya, hanya contoh yah…

Dalam kasus yang lain, tapi dalam konteks yang sinonim, juga bisa terjadi.

Kita ambil contoh dalam soal pindah kerja.

Ini banyak saya denger. Baik itu dari orang-orang dekat, maupun dalam wacana public yang sempat terserap pula oleh keusilan diriku

Biasanya, kaum pekerja, ada yang tidak puas dengan lingkugan tempat ia bekerja. Entah itu soal gaji, bos yang seperti harimau, atau lingkungan pertemanan yang tidak mendukung, mencekam dan merasakan seperti ada ulat di tubuhnya. Gelisah tak tertahankan. Bisa jadi aroma sikut-menyikutnya menggerayanginya didalam lingkungan kantornya.

Bertahan didalam kantor juga sama tidak nyamannya. Tapi apa yang bisa dilakukan untuk meluapkan rasa kekesalan akibat ketidakpuasan. Tapi tak mampu berbuat apa-apa. Tak mampu mengambil sebuah langkah.

Dalam studi kasus kedua contoh yang umum diatas, sebenarnya membuat saya merasa sangat (sekali lagi) geregetan. Kalau bisa orang yang curhat sama saya soal itu dan terlihat lemes untuk mengambil langkah pasti. Ingin rasanya merapatkan keras-keras antara ibu jari dan telunjuk di tubuhnya yang tak berdaya itu. Opss…

Sebenarnya mudah saja kawan, untuk itulah kita manusia terkadang “perlu dipaksa” untuk mengambil langkah ekstrim, terkesan ngawur tanpa perhitungan. Tapi sebenarnya, kita sudah melakukan dobrakan untuk mematikan virus-virus ketakutan yang kita pendam.

Dan kalau kita memiliki kemampuan untuk memeriksa alam bawah sadar, sebenarnya, ada sebuah pesan yang disuarakan. Apa itu? Yaitu ucapan terima kasih, karena sudah membebaskan diri sendiri untuk berani mengambil sikap.

Daripada kita mencla-mencle, pengen itu tapi beraninya justru berbuat ini. Pengen banyak hal, tapi ada ketakuatan besar didalam diri kita. Itulah yang perlu kita dobrak, kita hancurkan. Maka dari itu, sesekali bersikap ekstrim itu baik, saya rasa. Kita hanya perlu satu bogem panas untuk menghancur-leburkan semua pergulatan yang menakutkan itu.

Namun perlu di ingat juga, ekstrim dalam maksud untuk meluluh-lantakan rasa takut kita yah, bukan untuk membuat keonaran ya kawan….,saya yakin anda paham maksud saya.

Pergeseran Nilai....????????

perubahan sosial di masyakat kita makin hari makin menggila saja....
sexs sudah seperti halnya anak SD yang tidak bs lepas dr permen.

Saat ini seks tidak lagi identik
dengan pernikahan mengapa??
seks bebas mengapa hal itu terjadi??

Apakah di negeri indonesia ini memang dari dulu
sudah bebas dalam hal hubungan seks tanpa
terikat perkawinan???
atau baru-baru saja hal ini masuk dalam budaya kita??
dan dari waktu-kewaktu masyarkat semakin permisif??

jika budaya itu dari media massa kenapa
tidak ada tindakan dari yang memiliki otoritas???
seolah merupakan sesuatu yang harus diterima???

Mengapa kaum wanita saat ini semakin
terbuka pakaiannya dan tidak menutup aurot???
semakin telajang mereka dihadapan umum justru
semakin bangga dan merasa berharga???

Mengapa terjadi pergeseran nilai-nilai dimasyarakat??
Apakah pergeseran nilai-nilai ini datang
dari kesadaran diri masyarakat itu sendiri yang
ingin mengubah arah nilainya???
atau semacam perubahan nilai yang dipaksakan???

Apakah ini adalah proses yang acak dan tercipta
secara alami (random dan chaos) ??

atau semacam kerja teroganisir yang berbentuk
jaringan struktural dan menciptkan perubahan
nilai dimasyakarat...???

KARL MARX DENGAN SEGALA PEMIKIRANNYA

Karl Marx lahir di Trier, sebuah kota di Jerman, dekat perbatasan dengan Prancis di tahun 1818. lahir setelah perang Napoleon, dan setahun setelah David Ricardo meluncurkan bukunya “The Principles of Political Economy”. Dia merupakan pendiri Idiologi komunis yang sekaligus merupakan seorang teoritikus besar kapitalisme. Bukan hanya sekedar ekonom, namun juga seorang philosopis, sosiologis, dan seorang revolusionir. Merupakan seorang profesor dalam berbagai ide yang Revolusioner, yang menginspirasi pemikir-pemikir lainnya. Setelah menyelesaikan gelar Ph. D dalam filsafat pada tahun 1841 di Bonn, Berlin, dan Jena. Maka dari sinilah karier Marx dimulai. Pemikiran Karl Marx merupakan adopsi antara filsafat Hegel, French, dan tentunya pemikiran dari David Ricardo (pemikir teori ekonom klasik). Analisa Karl Marx tentang kapitalisme merupakan aplikasi dari teori yang dikembangkan oleh G.W.F Hegel, dimana teorinya berpendapat juka,”sejarah berproses melalui serangkaian situasi dimana sebuah ide yang diterima akan eksis, tesis. Namun segea akan berkontradiksi dengan oposisinya, antitesis. Yang kemudian melahirkanlah antitesis, kejadian ini akan terus berulang, sehingga konflik-konflik tersebut akan meniadakan segala hal yang berproses menjdai lebih baik.”

Karl Marx beserta teman dekatnya, yakni Friedrich Engles (1820-1895) menuliskan sebuah buku “Das Kapital”, yang isinya kurang lebih tentang bagaimana ekonomi sosial atau komunis diorganisasikan. Yang kemudian disusul buku The Communist Manifesto (1848) yang berisikan daftar singkat karakter alamiah komunis. Dimana suprastruktur yang berfungsi untuk menjaga relasi produksi yang dipengaruhi oleh historis (seni, literatur, musik, filsafat, hukum, agama, dan bentuk budaya lai yang diterima oleh masyarakat). Prinsip-prinsip komunis modern dalam bukunya tersebut antara lan :

1. pengahapusan kekayaan tanah dan menerapkan sewa tanah bagi tujuan-tujuan publik.

2. pengenaan pajak pendapat (tax income) yang bertingkat.

3. pengapusan seluruh hak-hak warisan.

4. penarikan kekayaan seluruh emigran dan para penjahat atau pemberontak.

5. sentralisasi kredit pada negara melalui bank nasional dengan modal negara dan monopoli yang bersifat eksklusif.

6. sentralisasi alat-alat komunikasi, dan transportasi di tangan negara.

7. perluasan pabrik dan alat-alat produksi yang dimilki oleh negara, menggarap tanah yang tanah, dan meningkatkan guna tanah yang sesuai dengan perencanaan umum.


Karl Marx percaya dalam kapitalisme, terjadi keterasinagan (alienasi) manusia dari dirinya sendiri. Kekayaan pribadi dan pasar menurutnya tidak memberikan nilai dan arti pada semua yang mereka rasakan sehingga mengasingkan manusia, manusia dari diri mereka sendiri. Hasil keberadaan pasar, khususnya pasar tenaga kerja menjauhkan kemampuan manusia untuk memperoleh kebahagiaan sejati, karena dia menjauhkan cinta dan persahabatan. Dia berpendepat bahwa dalam ekonomi klasik, menerima pasar tanpa memperhatikan kekayaan pribadi, dan pengaruh kebradaan pasar pada manusia. Sehingga sangat penting untuk mengetahui hubungan antra kekayaan pribadi, ketamakan, pemisahan buruh, modal dan kekayaan tanah, antara pertukaran dengan kompetisi, nilai dan devaluasi manusia, monopoli dan kompetisi dan lain-lain. Fokus kritiknya terhadap ekonomi klasik adalah, is tidak memeperimbangkan kekuatan produksi akan meruntuhkan hubungan produksi.

Hasil dari teori historis Karl Marx pada masyarakat antara lain :

masyarakat feudalisme, dimana faktor-faktor produksi berupa tanah pertanian dikuasai oleh tuan-tuan tanah.
Pada masa kapitalisme hubunganantara kekuatan dan relasi prodksi akan berlangsung, namunkarena terjadi peningkatan output dan kegiatanekonomi, sebagaimana feudalisme juga mengandung benih kehancurannya, maka kapitalismepun akan hancur dan digantikan dengan masyarakat sosialise.
Masa sosialisme dimana relasi produksi mengikuti kapitalisme masih mengandung sisa-sisa kapitlisme.
Pada masa komunisme, manusia tidak didorong untuk bekerja dengan intensif uang atau materi.

Menurut Karl Marx dalam komoditas dan kelas dapat dibagi menjadi dua kelas, yaitu:

kaum kapitalis (borjuis) yang memiliki alat-alat produksi.
Kaum buruh (proletar) yang tidak memiliki alat-alat produksi, ruang kerja, maupun bahan-bahan produksi.
Teori historis dari Karl Marx mencoba menerapkan nya ke dalam masyarakat, dengan meneliti antara kekuatan dan relasi produksi. Dimana nantinya akan terjadi sebuah kontradiksi, yang berakibat perubahan kekuatan produksi dari penggilingan tangan pada sistem feodal menjadi penggilingan uap pada sistem kapitalisme. Menurutnya satu-satunya biaya sosial untuk memproduksi barang adalah buruh.

Analisa karl marx tentang Kapitalisme

karl marx adalah salah satu penentang ekonomi kapitalis memunculkan akibat social yang tidak diinginkan dan sebagai pertentangan pada kapitalisme menjadi lebih nyata dari waktu ke waktu. Kritik karl marx ini tertuang pada hukum Karl Marx tentang kapitalisme, yang berisi tentang :

1. Surplus pengangguran

Pada konsep tentang surplus pengangguran ini, Karl Marx berpendapat bahwa selalu terjadi kelebihan penawaran tenaga kerja yang erdampak pada penekanan tingkat upah sehingga menjadi surplus value dan keuntungan tetap bernilai positif. Karl Marx melihat ada 2 faktor penyebab terjadinya surplus tenaga kerja ini. Pertama, yaitu Direct Recruitment yang terjadi akibat penggantian tenaga kerja manusia oleh mesin-mesin produksi. Kedua, Indirect Recruitment yang terjadi akibat adanya anggota baru tenaga kerja yang memasuki pasar tenaga kerja.

2. Penurunan tingkat keuntungan

Dalam model Karl Marx dirumuskan bahwa tingkat keuntungan (P) mempunyai hubungan positif dengan tingkat surplus Value (S’) dan mempunyai hubungan negative dengan organic komposition of capita (Q).

P=S’(1-Q)

Dengan asumsi bahwa surpus value dipertahankan untuk tidak berubah. Setiap kenaikan dalam organic composition of capital akan menghasilkan penurunan pada tingkat keuntungan, melalui mekanisme sebagai berikut.

Menurut Karl Marx ada pengaruh yang kuat para kapitalis untuk menghimpun modal. Penghimpunan modal ini berarti bahwa aka nada lebih banya fariabel modal yang digunakan untuk menambah tenaga kerja, sehingga akan menaikkan upah dan akan mengurangi tingkat pengangguran. Tingkat surplus value akan mengalami penurunan sebagai akibat dari naiknya upah, begitu juga tingkat laba juga akan turun. Para kapitalis akan bereaksi dengan mengganti tenaga kerja manusia dengan mesin dengan menambah organic composition of capital. Jika tingkat surplus value dipertahankan untuk tidak berubah maka kenaikan pada organic composition of capital akan mendorong tingkat keuntungan pada level yang lebih rendah.

3. Krisis Bisnis

Pada konteks krisis bisnis (depresi), Karl Marx berpendapat bahwa adanya perubahan orientasi atau tujuan dari proses produksi dari tujuan nilai guna pada zaman ekonomi barter berubah menjadi tujuan nilai tukar dan keuntungan saat dibawah kapitalisme, menyebabkan terjadinya fluktuasi ekonomi. Pada ekonomi barter, produse hanya menghasilkan barang untuk dikonsumsi sendiri atau ditukar dengan komoditi yang lain, sehingga pada saat ekonomi barter ini tidak pernah terjadi over produksi. Sedangkan ketika tujuan produksi berubah menjadi nilai tukar dan keuntungan maka terjadinya over produksi pada suatu perekonomian akan mungkin terjadi. Over produksi itu sendiri akan berdampak pada menurunnya tingkat keuntungan. Perubahan tingkat keuntungan tersebut akan berdampak pada pengeluaran untuk infestasi. Volatility dari pengeluaran infestasi inilah yang menurut pendapat Karl Mark merupakan penyebab umum dari fluktuasi pada keseluruhan aktifitas ekonomi. menghasilkan siklus bisnis, hal ini Karl Marx bercermin pada pertumbuhan dramatic pada industry tekstil di Inggris dengan mekanisme sebagai berikut. Adanya ledakan pada teknologi akan menyebabkan peningkatan akumulasi dari modal dan permintaan pada tenaga kerja. Jumlah pengangguran akan berkurang, tingkat upah akan naik, surplus value akan berkurang, dan tingkat surplus value akan berkurangdan akhirnya akan mengurangi tingkat keuntungan. Penurunan tingkat keuntungan akan menyebabkan penurunan akumulasi modal dan akan menyebabkan depresi. Namun menurut Karl Marx depresi ini mempunyai elemen yang akhirnya, cepat atau lambat akan menyebabkan ekspansi yang baru pada kegiatan ekonomi.

Teori klasikmelihat bahwaadanya pasar di harapkan dapat memecahkan masalah alokasi sumber daya yang ada, hal ini akan menciptakan suatu kondisi keseimbangan dalam jangka panjang.


4. Jatuhnya nilai profit dan krisis bisnis

Dalam model Karl Marxian sebuah ekonomi klasik dengan jelas bergantung pada kapitalis itu sendiri yang berupaya untuk mengubah jumlah atau nilai profit dan mengubah ekspetasi profit dalam kaitannya dengan krisis bisnis. Karl Marx memakai hukumnya itu untuk menjelaskan fluktusi dalam jangka pendek dalam aktifitas ekonomi. Untuk memperoleh profit yang besar, aliran kapitalis menambah komposisi modal an ternyata hal itu justru menurunkan profit.

Kaum kapitalis secara periodic akan berusaha menanggulangi jatuhnya nilai profit dengan mengurangi infestasi secara berlebih yang dapat menyebabkan aktifitas ekonomi mengalami fluktuasi yang nantinya bias menyebabkan krisis.

Karl Marx mengatakan bahwa fakor yang menyebabkan fluktuasi dalam aktifitas bisnis, yaitu: jatuhnya nilai profit, factor teknologi baru yang tidak sama, dan tidak proporsionalnya pengembangan dalam suatu sector ekonomi yang nantinya dapat menyebabkan penurunan dalam level kegiatan ekonomi.

Fluktuasi menurutnya terjadi dalam suatu system karena pada dasarnya kebanyakan dari aktifitas kapitalis cenderung ingin mencari jumlah profit sebanyak mungkin.

Adapun teori karl marx tentang krisis bisnis mungkin banyak terdapat kekurangan secara internal, tidak diragukan lagi bahwa pandangannya tentang kapitalis secara mendasar belum stabil. Meskipun begitu, visi dari karl marx tentang teori kapitalis ini secara lebih lanjut tidak mendapat smabutan oleh teori orthodox sapai tahun 1930.

5. Konsentrasi modal

Meskipun model karl marx memberi asumsi mengenai adanya pasar persaingan sempurna dengan jumlah yang besar untuk perusahan-perusahan kecil dalam tiap –tiap industry, namun karena ketatnya persaingan maka akan mengarah pada jatuhnya industry-industri kecil sehingga akan mengurangi persaingan.

Untuk mengurangi adanya persaingan salah satunya dengan peusatan modal. Pemusatan modal ini terjadi melalui sebuah redistribusi pada modal. Karl Marx menujukan bahwa perusahaan yang besar lebih bias mencapai skala ekonomi yang lebih baik ketimbang perusahaan yang kecil, hal ini disebabkan karena perusahaan yang besar itu dapat memproduksi dengan biaya yang rendah. Persaingan diantara perusahaan yang besar dan yang kecil menghasilkan pertumbuhan monopoli. Penambahan modal secara lebih jauh dengan mengembangkan sistem kredit dan kerja sama dalam bentuk organisasi bisnis.

6. Bertambahnya kesengsaraan kaum proletar

kontradiksi kapitalisme menurut marx menyebabkan bertambahnya tingkat kesengsaraan pada kaum proletar. Bertambahnya kesengsaraan secara absolut menunjukkan pendapatan dari masyarakat secara global menurun dalam sistem kapitalis dan juga menunjukan bahwa bagian pendapatan nasional mereka menjadi turun di kemudian hari.

Hingga pada akhirnya marx berasumsika secara konsisten bahwa hal yang harus dilakukan untuk menghilangkan kesengsaraan, yakni dengan lebih memperhatikan pada kualitas hidup mereka.

Sejarah Munculnya Sosialisme

Sejarah munculnya sosialisme
Sosialisme muncul di akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19 sebagai reaksi dari perubahan ekonomi dan sosial yang diakibatkan oleh revolusi industri. Revolusi industri ini memang memberikan keberkahan buat para pemilik pabrik pada saat itu, tetapi di lain pihak para pekerja justru malah semakin miskin. Semakin menyebar ide sistem industri kapitalis ini, maka reaksi dalam bentuk pemikiran-pemikiran sosialis pun semakin meningkat.

Meskipun banyak pemikir sebelumnya yang juga menyampaikan ide-ide yang serupa dengan sosialisme, pemikir pertama yang mungkin dapat dijuluki sosialis adalah François Noël Babeuf yang pemikiran-pemikirannya muncul selama revolusi Prancis. Dia sangat memperjuangkan doktrin pertarungan kelas antara kaum modal dan buruh yang di kemudian hari diperjuangkan dengan lebih keras oleh Marxisme.

Para pemikir sosialis setelah Babeuf ini kemudian ternyata lebih moderat dan mereka biasanya dijuluki kaum “utopian socialists”, seperti de Saint-Simon, Charles Fourier, dan Robert Owen. Mereka lebih moderat dalam artian tidak terlalu mengedepan pertentangan kelas dan perjuangan kekerasan tetapi mengedepankan kerjasama daripada kompetisi. Saint-Simon berpendapat bahwa negara yang harus mengatur produksi dan distribusi, sedangkan Fourier dan Owen lebih mempercayai bahwa yang harus berperan besar adalah komunitas kolektif kecil. Karena itu kemudian muncul perkampungan komunitas (communistic settlements) yang didirikan berdasarkan konsep yang terakhir ini di beberapa tempat di Eropa dan Amerika Serikat, seperti New Harmony (Indiana) dan Brook Farm (Massachussets).

Setelah kaum utopian ini, kemudian muncul para pemikir yang ide-idenya lebih ke arah politik, misalnya Louis Blanc. Blanc sendiri kemudian menjadi anggota pemerintahan provisional Prancis di tahun 1848. Sebaliknya juga muncul para anarkis seperti Pierre Joseph Proudhon dan radikalis (insurrectionist) Auhuste Blanqui yang juga sangat berpengaruh di antara kaum sosialis di awal dan pertengahan abad ke-19.

Pada tahun 1840-an, istilah komunisme mulai muncul untuk menyebut sayap kiri yang militan dari faham sosialisme. Istilah ini biasanya dirujukkan kepada tulisan Etiene Cabet dengan teori-teorinya tentang kepemilikan umum. Istilah ini kemudian digunakan oleh Karl Marx dan Friedrich Engels untuk menggambarkan pergerakan yang membela perjuangan kelas dan mengaruskan revolusi untuk menciptakan sebuah masyarakat kerjasama (society of cooperation). Karl Marx adalah anak dari pasangan Hirschel and Henrietta Marx. Ia lahir di Trier, Germany, tahun 1818.

Penggunaan kata sosialisme sering digunakan dalam berbagai konteks yang berbeda oleh berbagai kelompok, namun hampir semua sepakat bahwa istilah ini berawal dari pergolakan kaum buruh industri dan buruh tani pada abad ke-19 dan ke-20, yang berdasarkan prinsip solidaritas dan memperjuangkan masyarakat egalitarian, yang dengan sistem ekonomi, menurut mereka, dapat melayani masyarakat banyak, ketimbang hanya segelintir elite. Menurut penganut Marxisme model dan gagasan sosialis dapat dirunut hingga ke awal sejarah manusia, sebagai sifat dasar manusia sebagai makhluk sosial.

Sosialisme merupakan sebagai sebuah ideologi. Karena ia memiliki ide dasar sekaligus metode pemecahan terhadap berbagai masalah kehidupan. Secara historis, gagasan sosialisme -include komunisme- merupakan antitesis dari kekuatan hegemonik di Eropa era aufklarung. Dalam Manifesto Communist, Marx mencita-citakan masyarakat tanpa kelas. Teori Dialektika materialisme menjadi metode baku yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut. Dialektika materialisme merupakan cara pandang peristiwa alam yang bersifat dialogue, yaitu metode pembahasan dan penelitian yang membongkar kontradiksi pemikiran dan benturan antar berbagai pandangan melalui diskusi atau dialog. Disamping karena argumentasi dan pandangannya terhadap berbagai peristiwa alam ini bersifat materi. Cara pandang seperti ini juga diimplementasikan dalam pembahasan tentang kehidupan masyarakat berikut berbagai kasus yang terjadi di dalamnya.

Teori Marx telah memberikan inspirasi besar bagi orang-orang kritis waktu itu. Puncaknya, Vladimir Illich Ulyanov (Lenin) mendirikan negara Komunis pertama -Uni Soviet- dengan sebuah revolusi berdarah menggulingkan kekuasaan Tsar. Sebagai ideolog komunis terkemuka, Lenin telah meletakkan dasar-dasar pemerintahan komunis dengan tangan besinya. Semangat perlawanan ala Lenin juga diikuti oleh rezim-rezim komunis lainnya. Jutaan nyawa harus meregang akibat pemerintahan otoriter yang dipraktekkan oleh mereka. Amartya Sen dalam The Black Book of Communism memperkirakan jumlah orang yang tewas akibat sosialisme-komunisme mencapai angka 100 juta (Chomsky, 2003).

Cita-cita sosialisme -menghapus penindasan kapitalisme- ternyata diganti dengan penindasan ala komunis yang tidak kalah mengerikan. Sentralisasi kekuasaan yang absolut melahirkan slogan “negara adalah saya”. Dalam perkembangannya, bermunculanlah berbagai varian pemikiran dari ideologi sosialisme ini.

Hubungan Kurs Valuta Asing dengan Inflasi

Teori yang biasanya digunakan untuk menjelaskan kurs valuta asing dalam hubungannya dengan inflasi adalah Law of One Price dan Purchasing Power Parity.

Law of One Price adalah harga barang atau jasa akan menjadi seragam di semua pasar dengan asumsi tidak ada friksi (barrier) penjualan dan biaya transportasi bernilai nol. Jika Law of One Price benar-benar berlaku, Purchasing Power Parity (PPP) dari nilai kurs dapat diketahui.

Persentase perubahan (growth) nilai kurs dipengaruhi oleh perbedaan inflasi. Inflasi adalah persentase perubahan indeks harga barang dan jasa di negara tertentu. Inflasi juga dapat diartikan sebagai perubahan harga barang dan jasa dalam satu periode.

Umumnya inflasi diukur dengan perubahan harga kelompok barang dan jasa yang dikonsumsi sebagian besar masyarakat, seperti tercermin pada perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK). Dari faktor yang mempengaruhinya, inflasi total disebabkan oleh perubahan harga dari sisi permintaan (inflasi inti) dan dari sisi penawaran (inflasi non inti). Apabila inflasi dikatakan menggunakan notasi π, perbedaan inflasi di Indonesia dan di Amerika adalah πInd - πUSA.

Hubungan kurs valuta asing dengan inflasi misalnya adalah apabila Indonesia mengalami inflasi lebih tinggi dari USA dan nilai kursnya tidak berubah.
Hal ini menyebabkan harga ekspor barang dan jasa Indonesia menjadi relatif lebih mahal dan tidak mampu berkompetisi dengan barang dan jasa dari luar negeri. Ekspor Indonesia akan cenderung menurun sedangkan impor dari negara lain cenderung meningkat. Dampaknya, Rupiah akan mengalami tekanan dan terdepresiasi atau US$ akan mengalami apresiasi terhadap Rupiah.

Dalam rangka mengurangi tekanan inflasi tersebut, Pemerintah dan Bank Indonesia senantiasa meningkatkan koordinasi dalam melakukan pemantauan dan pengendalian inflasi, yang antara lain ditempuh melalui kebijakan untuk menstabilkan nilai tukar rupiah, menjaga kecukupan pasokan dan kelancaran distribusi kebutuhan bahan pokok, menurunkan ekspektasi inflasi yang masih berada pada level yang tinggi, meminimalkan dampak lanjutan administered price, serta mengendalikan permintaan agregat agar tidak melebihi kapasitas perekonomian.

Dengan berbagai kebijakan tersebut diharapkan peningkatan laju inflasi dapat dihambat, dan pertumbuhan ekonomi dapat bergerak naik.

TEORI KONSUMSI

1. J.M. Keynes
Keynes berpendapat bahwa pengeluaran masyarakat untuk konsumsi dpengaruhi oleh pendapatan. Semakin tinggi tingkat pendapat mengakibatkan semakin tinggi pula tingkat konsumsi. Selain itu, pendapatan juga berpengaruh terhadap tabungan. Semakin tinggi pendapatan, semakin besar pula tabungannya karena tabungan merupakan bagian pendapatan yang tidak dikonsumsi. Walaupun pendapatan penting peranannya dalam menentukan konsumsi, peranan faktor-faktor lain tidak boleh diabaikan.

Dibawah ini adalah faktor lain yang mempengaruhi tingkat konsumsi dan tabungan:
1) Kekayaan yang terkumpul
Sebagai akibat menapat harta warisan/tabungan yang banyak akibat usaha dimasa lalu, maka seseorang berhasil memiliki kekayaan yang mencukupi. Dalam keadaan seperti itu ia sudah tidak terdorong lagi untuk menabung lebih banyak.maka lebih besar bagian dari pendapatannya yang digunakan untuk konsumsi dimasa sekarang. Sebaliknya, untuk orang yang tidak memperoleh warisan mereka lebih bertekat untuk menabung yang lebih banyak di masa yang akan datang.

2) Tingkat bunga
Tingkat bunga dapatlah dipandang sebagai pendapatan yang diperoleh dari melakukan tabungan. Rumah tangga akan berbuat lebih banyak tabungan apabila tingkat bunga tinggi karena lebih banyak bunga yang akan diperoleh.

3) Sikap berhemat
Berbagai masyarakat mempunyai sikap yang berbeda dalam menabung dan berbelanja. Ada masyarakat yang tidak suka berbelanja berlebih-lebihan dan lebih mementingkan tabungan. Dalam masyarakat seperti itu APC dan MPCnya adalah lebih rendah tapi ada pula masyarakat yang mempunyai kecenderungan mengkonsumsi yang tinggi yang berdiri APC dan MPCnya adalah tinggi.

4) Keadaan Perekonomian
Dalam perekonomian yang tumbuh dengan teguh dan tidak banyak pengangguran masyarakat berkecenderungan melakukan perbelanjaan yang lebih aktif. Mereka mempunyai kecenderungan berbelanja lebih banyak pada masa kini dan kurang menabung. Tetapi dalam keadaan perekonomian yang lambat berkembangnya, tingkat pengangguran menunjukkan tendensi meningkat, dan sikap masyarakat dalam menggunakan uang dan pendapatnya makin berhati-hati.

5) Distribusi Pendapatan
Dalam masyarakat yang distribusi pendapatannya tidak merata, lebih banyak tabungan akan dapat diperoleh. Dengan masyarakat yang demikian sebagian besar pendapatan nasional dinikmati oleh sebagian kecil penduduk yang sangat kaya, dan golongan masyarakat ini mempunyai kecenderungan menabung yang tinggi. Maka mereka boleh menciptakan tabungan yang banyak. Segolongan besar penduduk mempunyai pendapatan yang hanya cukup membiayai konsumsi dan tabungannya adalah kecil. Dalam masyarakat yang distribusi pendapatannya lebih seimbang tingkat tabungannya relatif sedikit karena mereka mempunyai kecondongan mengkonsumsi yang tinggi.

2. Milton Fridman
Dengan menggunakan asumsi bahwa: konsumen bersikap rasional dalam mengalokasikan pendapatan yang diperoleh selama hayatnya diantara kurun waktu yang dihadapinya serta menghendaki pola-pola konsumsi yang kurang lebihnya merata dari waktu kewaktu. Milton Fridman menarik kesimpulan bahwa konsumsi permanen seseorang konsumen atau suatu masyarakat mempunyai hubungan yang positif dan proporsional dengan pendapatannya / pendapatan mereka yang bersangkutan.

Dalam bentuk matematis dapat diungkapkan :
Cp = K Yp
Cp = Consumsi permanen
K = Angka konstan yang menunjukkan bagian pendapatan permanen yang dikonsumsi.
Ini berarti 0 < k < 1
Yp = Pendapatan permanen.
Dari uraian di atas jelaslah sekarang bahwa seperti halnya Ando – Brimburg – Modigliani, Milton Fridman dan begitu juga nantinya Desenbery berhasil memberikan dasar teoritik untuk kedua fungsi konsumsi yang ditemukan secara empirik oleh Simon Keuze.

3. James Desenbery.
James Desenbery mengemukakan pendapatnya bahwa pengeluaran konsumsi suatu masyarakat di tentukan terutama oleh tingginya pendapatan tertinggi yang pernah dicapainya. Ia berpendapat bahwa apabila pendapatan berkurang, konsumen tidak akan banyak mengurangi pengeluarannya untuk konsumsi. Untuk mempertahankan tingkat konsumsi yang tinggi ini, mereka terpaksa mengurangi saving.
Selanjutnya Desenbery juga sependapat dengan penemuan kuznets bahwa untuk setiap income yang dicapai mempunyai fungsi konsumsi jangka pendek sendiri - sendiri.

Faktor–faktor yang berpengaruh terhadap pengeluaran konsumsi :
a. Distribusi pendapatan nasional.
b. Banyaknya kekayaan masyarakat dalam bentuk alat- alat liquit.
c. Banyaknya barang–barang konsumsi tahan lama dalam masyarakat

KEOSABO

Sepenggal kata yang mungkin tak bisa di hilangkan dari dinamika perkembangan kota Sorowako. Tidak sekedar nama, melainkan sebuah rumah, wadah, klub, team, bahkan organisasi professional yag turut memberi warna kehidupan di kota Sorowako. Awalnya Keosabo dibentuk oleh komunitas teman-teman sepergaulan dan seperjuangan pada saat masa SMP sekitar tahun 1999-2000. Dan awalnya adalah komunitas bagi Sahabat2 seangkatan di SMP YPS Sorowako itu sendiri. Mengenai arti atau apa sebenarnya Keosabo itu sendiri..Merupakan kependekan dari Kencang Oke..Santai Boleh yang kemudian di singkat menjadi Keosabo. Nah, mungkin pada saat itu nama ini sangat pas menaungi komunitas ini. Yang pada saat itu memang lagi focus pada komunitas motor dan atau otomotif. Komunitas motor Keosabo di kenal santun dan solid serta bersahabat dengan komunitas2 motor lain di Sorowako

Hari berganti hari, masa beralih masa..Keosabo tumbuh dan berkembang begitu dewasa hingga ke jenjang SMU YPS Sorowako. Di iringi semangat kekeluargaan dan spirit anak muda yang memang lagi dalam masa proses pencarian jati diri (eksistensi), teman2 yang bergabung pun makin bertambah. Bertambahnya anggota makin membuat Keosabo makin penuh dengan nuansa baru dan potensi yang begitu besar. Bukan hanya bidang otomotif fokusnya..dunia musik, sport, dan kegiatan lainnya pun di rambah. Dari skil musik teman2 Keosabo yang hobby musik, maka Sahabat2 mencoba memadukan harmonisasi musik dalam satu band. Sempat eksis di dunia musik Sorowako dengan mengikuti berbagai ajang musik dan pentas seni di Kota Sorowako. Tidak hanya sampai di situ..Keosabo juga terus ikut andil dalam berbagai kegiatan2 positif, kreatif dan intelektual di Sorowako hingga Akhir masa SMU, dan terus solid hingga kini dan detik ini.

Sekarang para personil dan Sahabat2 Keosabo banyak yang menimba ilmu di luar Sorowako. Ada yang di Jogja, Bandung, Makassar, Malang, Jakarta, Surabaya, Semarang, bahkan di luar negeri pun ada. Namun jarak bukan penghambat untuk terus berkomunikasi dan bersatu. Dimana-mana nuansa akrab Keosabo masih terjaga. Jadi, ketika kita kemana2..mo ke Jogja, Bandung, Makassar atau dimanapun..sahabat2 Keosabo dengan ramah menemani. Masih terasa kental aroma persahabatan yang tak lekang oleh waktu. Dasar Anak Keosabo..dimana2 dan kapanpun masih tetap kreatif. Hahaha..Canda tawanya tidak banyak yang berubah, sulit terlupakan dan tergantikan.
Miss u All Friends.
Glory For You All..Forever and Always.
banner angingmammiri
CO.CC:Free Domain

10 chord terlaris untuk minggu ini

chat